Ini Dia Cara Cek dan Service Mobil Milik Sendiri Tanpa Harus ke Bengkel

Agar mobil bisa melaju dengan performa maksimal maka diperlukan service secara rutin. Service tersebut biasanya dilakukan di bengkel secara resmi dan dilakukan oleh mekanik yang handal. Akan tetapi, jika Anda sedikit mengerti mesin serta berbagai komponen yang ada di dalam mobil, Anda bisa melakukan pengecekan sendiri sebagai berikut ini untuk menjaga agar performa mobil tetap terjaga dengan baik. 

Pertama adalah lakukan pengecekan ban. Ban yang sudah tidak layak pakai adalah ban yang sudah aus sehingga menyebabkan ban tersebut tidak memiliki daya cengkram yang maksimal. Jika ban tersebut terus digunakan maka bisa menyebabkan kejadian yang tidak mengenakkan misalnya kecelakaan. Untuk mengganti ban, bisa menggunakan kunci roda dan dongkrak. Gunakan ban yang sesuai dengan jenis kendaraan Anda dan ban yang berkualitas.

Kedua adalah melakukan pengecekan fuse box. Caranya adalah dengan menggunakan tang, fuse cadangan dan jangan lupa untuk memperhatikan buku manual mobil Anda untuk mengetahui fuse box tersebut berada di sebelah mana sebab masing-masing mobil memiliki fuse box yang berbeda tempatnya. Buku manual tersebut juga bisa menjadi panduan untuk membuka ataupun menutup fuse box yang benar.

Ketiga adalah dengan mengganti oli secara berkala. Penggantian oli ini bisa dilakukan setiap 5000 km sehingga mesin mobil Anda tidak cepat rusak. Anda perlu tahu terlebih dahulu cara untuk mengganti oli. Caranya adalah dengan menggunakan dongkrak sehingga mobil bisa terangkat agar akses ke bawah mobil lebih mudah. Lalu kuras oli yang lama hingga bersih. Setelah bersih, baru beri oli yang baru dan kembalikan posisi mobil Anda seperti semula.

Cara untuk melakukan service mobil sendiri di rumah Anda yaitu:

  • Cek bagian aki. Jaga agar aki kendaraan roda empat Anda tersebut tidak menjadi kering agar tidak mempengaruhi performa dari mobil Anda tersebut. Anda bisa mengecek bagian aki mobil apakah air elektrolit pada aki masih tersedia atau tidak, jika ingin mengisinya, maka gunakan air elektrolit yang memang diperuntukkan untuk baterai mobil.
  • Jangan lupa untuk mengecek radiator. Pastikan jika air yang ada di radiator tidak mengalami kekurangan air yang dapat menyebabkan mesin menjadi panas atau overhead. Cairan pada radiator tersebut biasanya diganti setiap 20.000 km dan air yang digunakan merupakan air coolant.
  • Mengganti busi yang sesuai dengan mesin mobil sehingga busi lebih awet dan mobil tetap memiliki performa yang baik. Penggantian busi biasanya dilakukan setiap 45.000 km. Busi bisa diganti saat Anda merasakan suara yang tidak seperti biasa misalnya tidak bisa langsung menyala dan tersendat saat sedang di starter.
  • Mencuci mobil dengan benar misalnya menggunakan sabun khusus mobil, tidak mencuci di siang hari di ruangan terbuka, dan mencucinya dari atas ke bawah mobil.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *