Ingin Memilih Asuransi Mobil All Risk? Perhatikan Hal ini Terlebih Dulu!

Terdapat 2 jenis asuransi mobil yang harus dipahami oleh para pengguna yakni all risk serta TLO. Bedanya berada pada perlindungan yang diberikan, untuk all risk memberi perlindungan menyeluruh pada semua resiko kendaraan. inilah yang membuat orang lebih banyak memilih all risk untuk kendaraan, apalagi yang masih baru. Meskipun secara premi asuransi all risk ini lebih dari TLO, namun TLO hanya melindungi kendaraan bila terjadi kerusakan total.

Asuransi all risk biasanya memiliki iuran yang terbilang mahal karena mencakup keseluruhan. Namun tentu saja semuanya berimbang dengan fasilitas yang diberikan. Beberapa hal berikut harus diperhatikan sebelum memilih asuransi all risk karena sering salah paham hingga akhirnya kecewa:

Pertama, cek anggaran. Apakah Anda memiliki anggaran untuk membayar premi all risk yang cukup besar? Karena all risk akan melindungi seluruh resiko, sudah pasti biaya premi akan menjadi lebih mahal bila dibandingkan dengan TLO. Pembayaran premi biasanya setahun sekali, untuk mobil terbaru dengan harga Rp 200 jutaan, akan memerlukan pembayaran premi sebesar Rp 3 tahun. Anda bisa mengecek anggaran dan sesuaikan dengan keuangan. Proteksi kendaraan adalah hal yang paling penting karena rawat resiko.

Kedua, bandingkan dengan produk lain serta pilih yang terpercaya dan terbaik. Besaran premi adalah sebuah pertimbangan, tetapi yang harus dipertimbangkan juga pada manfaat yang diperoleh dan reputasi perusahaan asuransi. Reputasi sangat penting karena bisa berpengaruh pada proses klaim pad akhirnya. Bisa jadi premi akan sedikit lebih mahal namun proses klaim menjadi mudah, dan bengkel rekanan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut juga banyak. Ini bisa menjadi pertimbangan penting, jadi bukan hanya sekedar berkutat pada premi.

Agar Anda lancar mengajukan dan menghindari penolakan klaim, perhatikan serta pahami berbagai faktor yang menyebabkan klaim asuransi ditolak, antara lain:

  • Pengemudi yang tidak mempunyai SIM. SIM merupakan hal yang paling dasar untuk pengemudi, jika tidak memiliki SIM, ini berarti pengemudi dianggap tidak layar mengemudi serta tidak layak memperoleh proteksi asuransi. Kejadian ini biasanya terjadi saat tertanggung mengasuransikan mobilnya dan mobilnya digunakan oleh anaknya yang berumur kurang dari 17 tahun, serta mengalami resiko kecelakaan,
  • SIM habis masa berlaku. Tidak mempunyai SIM serta SIM habis masa berlakunya merupakan pelanggaran yang akan membuat klaim tidak bisa dicairkan. Karena, menurut peraturan lalu lintas, tiap pengemudi kendaraan harus mempunyai SIM,
  • Terlambat saat melaporkan klaim. Salah satu kebiasaan yang dimiliki pemilik kendaraan ialah tidak cepat-cepat melakukan klaim. Padahal, setelah mobil terluka seperti terkena gores dan baret, usahakan Anda langsung melakukan klaim. Jangan sampai Anda terlambat melakukan klaim dan klaim tidak disetujui.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *